Umat Hindu Merayakan Hari Pagerwesi Setiap Hari Rabu - Apa Arti Hari Raya Pagerwesi?

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Menu Navigasi

Umat Hindu Merayakan Hari Pagerwesi Setiap Hari Rabu - Apa Arti Hari Raya Pagerwesi?

Basri Alfaritzy
Rabu, 26 Oktober 2022
Pagerwesi
Umat Hindu Merayakan Pagerwesi setiap Rabu Kliwon


 Global News.Menurut penanggalan Bali, hari ini Rabu (26 Oktober 2022) bertepatan dengan Hari Raya Pagerwesi. Perayaan ini dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia dan diadakan setiap hari Rabu di Kliwon Wuku Sinta.

Perayaan ini juga merupakan hari suci dalam agama Hindu dan dirayakan setiap empat hari setelah Hari Saraswati.

Dikutip dari Instagram @filsafat_hindu, menjelaskan bahwa hari Pagerwesi lontar Sundarigama (lontar yang sangat dipuja oleh umat Hindu, khususnya Bali) merupakan pemujaan kepada Paramesthi Guru atau guru semua guru.

Mengutip dari Disbud Provinsi Bali, juga dijelaskan bahwa perayaan ini dirayakan untuk menghormati Ida Sanghyang Widhi Wasa, yang menjelma sebagai Sanghyang Pramesti Guru atau Tuhan sebagai guru alam semesta.

Arti Pagerwesi sendiri berasal dari kata pager yang berarti pagar atau pelindung, dan wesi yang berarti besi. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan pagar besi adalah sikap keyakinan dan pengetahuan yang teguh yang dimiliki oleh manusia.

Pagerwesi juga salah satunya, esensi Awidya (kegelapan) yang bisa dihindari dan dijauhkan dari keberadaan manusia jika dibiarkan. Karena sifat jahiliyah, jika dibiarkan, akan menjurus pada segala macam perilaku, antara lain kecemburuan, kecemburuan, kemarahan, kekejaman, fitnah, dan lain-lain, yang semuanya merupakan sikap-sikap gelap.

Makna dari perayaan ini adalah hari yang berkaitan dengan ilmu yang diturunkan oleh guru, yang mengalir dan dilembagakan dalam proses mewujudkan alam semesta.

Guru yang harus dihormati di sini adalah guru catur. Mereka termasuk Guru Rupaka (Orangtua), Guru Pengajian (Guru Sekolah), Guru Wisesa (Pemerintah) dan Guru Swadyaya (Ida Sanghyang Widhi).

Peringatan hari raya ini mengingatkan manusia bahwa manusia harus hidup kokoh di dunia ini, berlandaskan ilmu untuk kebaikan, karena tanpa ilmu, umat manusia akan kembali ke zaman kegelapan dan segalanya akan menjadi sangat sulit.

Hari Pagerwesi juga diperingati dengan berdoa dari Sanggah atau Merajan di tempat persembahyangan di lingkungan keluarga atau di pura atau pura Kahyangan Jagat lainnya di lingkungan desa.