Ternyata Mantan Anggota Polisi Sosok Ismail Bolong yang Mengaku Setor Rp.6 Miliar Kepetinggi Polri

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Masukkan kode iklan di sini. Direkomendasikan iklan ukuran 970px x 250px. Iklan ini akan tampil di halaman utama, indeks, halaman posting dan statis.

Menu Navigasi

Ternyata Mantan Anggota Polisi Sosok Ismail Bolong yang Mengaku Setor Rp.6 Miliar Kepetinggi Polri

Basri Alfaritzy
Minggu, 06 November 2022
Ismail Bolong


 Foto Ismail Bolong menjadi sorotan setelah video pengakuan terkait operasi penambangan ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi viral.

Dalam video tersebut, Ismail Bolon mengaku menyetor Rp 6 miliar dari hasil penjualan dan pengumpulan batu bara ilegal.

Yakni Rp 2 miliar pada September 2021, Rp 2 miliar pada Oktober 2021, dan Rp 2 miliar pada November 2021,” kata Ismail Bolon.

Lantas siapakah tokoh Ismail Bolon?

Dalam video tersebut, Ismail Bolon mengatakan dirinya terlibat dalam penambangan batu bara ilegal di Kecamatan Malangkayo di Kabupaten Kutai Katanigara, Provinsi Kalimantan Timur, yang berada di bawah wilayah hukum Polres Bangtang.

Kegiatan ilegal tersebut dilakukan sejak Juli 2020 hingga November 2021. Dalam kampanye ini, Ismail Bolon mengaku mendapatkan keuntungan sekitar 5 miliar hingga 10 miliar rupiah per bulan.

Sementara itu, informasi lain menyebutkan bahwa Ismail Bolong adalah pengusaha pertambangan dan Ismail Bolong adalah mantan polisi.

Kombes Yusuf Sutejo, Kabag Humas Polda Kaltim, mengatakan Ismail Bolon sebelumnya adalah anggota kepolisian yang berada di bawah yuridiksi Polda Kaltim.

Namun Yusuf mengaku belum bisa memastikan apakah Ismail Bolon sudah resmi mengundurkan diri.

"Setahu saya dia sudah mengundurkan diri, tapi kami masih memeriksa apakah langkah-langkahnya sudah selesai," katanya, Sabtu (5 November 2022).

Sementara itu, Kapolres Samarinda Kombes Ary Fadli mengungkapkan bahwa Ismail Bolon pernah bertugas di Polres Samarinda.

Posisi terakhir Ismail Bolong adalah Aiptu. Menurut Ary, Ismail Bolong mengundurkan diri karena alasan keluarga.

"Level terakhirnya Eptu. Dia bilang itu urusan keluarga. Tapi kami pastikan dia menjauh dari polisi," katanya.

Sementara itu, setelah video pernyataan itu viral di media sosial, Ismail Bolong memposting video permintaan maaf atas pernyataan tentang penyerahan koin.

Ia mengatakan video yang awalnya beredar itu direkam dalam keadaan tertekan di sebuah hotel di Balikpapan. Dia juga mengatakan dia tidak tahu pejabat senior yang terlibat, termasuk dugaan kegagalannya membayar.

Mendesak penyelidikan menyeluruh

Menanggapi video Ismail Bolong, Koalisi Masyarakat Sipil Kaltim yang terdiri dari sejumlah akademisi, LSM dan masyarakat sipil angkat bicara, mendesak polisi untuk menindak kejahatan lingkungan serius pertambangan liar.

Perwakilan serikat pekerja Herdiansyah Hamzah mengatakan, masyarakat sudah lama mencurigai keterlibatan polisi dalam kejahatan pertambangan ilegal.

"Kabar pengunduran diri Ismail Bolon dari kepolisian bukan berarti kasus ini selesai. Atas hukum maupun keadilan, hukum harus ditegakkan," kata Herdiansyah, dikutip Kompas.id.